APD (Alat Pelindung Diri) 

Jurusan DPIB (Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan) SMK Negeri 6 Kota Bekasi secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip K3LH (Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup) dalam setiap kegiatan belajar mengajar, baik teori maupun praktik. Penerapan K3LH tidak hanya diberikan dalam bentuk pembelajaran di kelas, tetapi juga diaplikasikan secara langsung saat kegiatan praktikum. Seluruh peserta didik dibekali pemahaman mengenai pentingnya keselamatan kerja dan diwajibkan untuk mempersiapkan  APD (Alat Pelindung Diri) secara mandiri, seperti safety helmet, safety vest sesuai ketentuan jurusan, safety shoes konstruksi, wearpack, dan perlengkapan lainnya guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, tertib, dan profesional.

Dalam rangka mendukung proses pembelajaran yang aman, tertib, dan sesuai dengan prinsip K3, peserta didik kami akan dibiasakan menggunakan APD sejak dini. Penggunaan APD tidak hanya menjadi kelengkapan saat praktik di lapangan dan laboratorium, tetapi juga sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter disiplin dan kesadaran akan keselamatan kerja. Kami menyampaikan daftar APD yang perlu dimiliki oleh setiap peserta didik sebagai bentuk dukungan terhadap pembelajaran yang lebih profesional




Toolbox Meeting / Safety Induction


Untuk membentuk karakter peserta didik yang disiplin dan peduli terhadap keselamatan kerja, jurusan membiasakan pelaksanaan tool box meeting atau safety induction sebelum kegiatan praktikum lapangan dimulai. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali prosedur kerja yang aman, mengenali potensi risiko, serta memastikan kesiapan siswa dalam menjalankan praktik. Melalui pembiasaan ini, diharapkan peserta didik mampu menerapkan budaya K3 secara konsisten, baik selama masa belajar maupun saat terjun ke dunia kerja nantinya.

Budaya 5R

Selain penerapan K3LH, jurusan DPIB SMK Negeri 6 Kota Bekasi juga membudayakan prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) sebagai bagian dari pembentukan karakter dan etos kerja siswa. Budaya 5R diterapkan di setiap ruang praktik dan lingkungan sekolah untuk menciptakan suasana kerja yang efisien, bersih, dan nyaman. Siswa dilatih untuk selalu menjaga kerapian alat, merapikan kembali peralatan setelah digunakan, serta membersihkan area kerja secara rutin. Dengan membiasakan diri menjalankan prinsip 5R, diharapkan peserta didik memiliki kedisiplinan tinggi, tanggung jawab terhadap lingkungan kerja, serta mampu menerapkan nilai-nilai tersebut saat terjun langsung ke dunia industri.